Cara Cek Tekanan Angin Ban Ideal agar Kendaraan Aman

Cara Cek Tekanan Angin Ban

Cara Cek Tekanan Angin Ban Ideal agar Kendaraan Aman dan Nyaman

Menjaga tekanan angin ban kendaraan tetap ideal merupakan salah satu aspek penting dalam perawatan kendaraan yang sering di abaikan. Padahal, tekanan angin yang tidak sesuai dapat berdampak pada kenyamanan berkendara, efisiensi bahan bakar, hingga keselamatan. Ban yang terlalu kempis atau terlalu keras bisa menyebabkan keausan tidak merata, mengurangi traksi, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan. Berikut ini adalah panduan lengkap Cara Cek Tekanan Angin Ban yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah atau saat sedang mengisi bensin.


1. Kenali Tekanan Angin Ideal untuk Kendaraan Anda

Setiap jenis kendaraan memiliki standar tekanan angin ban yang berbeda. Tekanan ini biasanya di rekomendasikan oleh pabrikan dan bisa di temukan di beberapa tempat berikut:

  • Stiker di bagian dalam pintu pengemudi

  • Buku manual kendaraan

  • Penutup tangki bahan bakar (pada beberapa kendaraan)

Satuan yang di gunakan biasanya PSI (Pounds per Square Inch) atau kPa (kilopascal). Sebagai contoh, mobil penumpang umumnya memiliki tekanan angin ideal di kisaran 30–35 PSI. Namun, angka ini bisa berbeda tergantung beban kendaraan dan kondisi berkendara.


2. Gunakan Alat Pengukur Tekanan Ban (Tire Pressure Gauge)

Untuk mengecek tekanan angin ban, Anda memerlukan alat ukur tekanan ban atau tire pressure gauge. Alat ini tersedia dalam berbagai bentuk: analog, digital, atau yang sudah terintegrasi dengan pompa angin di SPBU. bonus new member 100

Langkah-langkah menggunakannya

  1. Pastikan kendaraan dalam kondisi dingin (tidak habis di kendarai jauh).

  2. Lepaskan tutup pentil ban.

  3. Tekan alat pengukur ke pentil ban hingga terdengar suara desis.

  4. Baca hasil pengukuran pada alat.

Bandingkan hasil pengukuran dengan standar tekanan ideal yang di rekomendasikan. Jika tekanan kurang, segera isi angin. Jika tekanan terlalu tinggi, buang sedikit angin hingga sesuai.


3. Waktu Terbaik untuk Mengecek Tekanan Ban

Waktu terbaik untuk mengecek tekanan ban adalah saat ban dalam kondisi dingin, yaitu minimal 3 jam setelah kendaraan terakhir digunakan atau setelah menempuh jarak pendek (kurang dari 2 km). Mengapa demikian? Karena tekanan angin dapat naik saat ban panas akibat gesekan, dan ini bisa memberikan hasil pengukuran yang tidak akurat.


4. Periksa Secara Rutin dan Jangan Lupa Ban Cadangan

Cek tekanan angin minimal sekali dalam sebulan, dan juga sebelum perjalanan jauh. Jangan lupakan ban cadangan, karena ban ini sering kali terabaikan padahal sangat penting saat kondisi darurat.


5. Manfaat Menjaga Tekanan Ban Ideal

Menjaga tekanan angin ban sesuai standar membawa banyak manfaat:

  • Meningkatkan efisiensi bahan bakar: Ban dengan tekanan ideal mengurangi hambatan gulir.

  • Memperpanjang umur ban: Tekanan yang pas membuat ban aus secara merata.

  • Meningkatkan keamanan: Kendaraan lebih stabil dan responsif saat di kemudikan.

  • Kenyamanan berkendara lebih baik: Getaran dan guncangan bisa di minimalisir.


6. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa kesalahan yang sering di  lakukan pengendara terkait tekanan angin ban antara lain:

  • Mengira tekanan ban bisa dilihat dari bentuk ban saja.

  • Mengisi tekanan lebih tinggi dengan alasan “biar awet”.

  • Tidak mengecek tekanan ban saat membawa beban berat atau saat musim berubah drastis.

Baca juga: Cara Memperbaiki Kampas Rem yang Berdecit Saat Sedang Ditekan Sendiri

Mengecek tekanan angin ban adalah tindakan sederhana yang bisa berdampak besar pada keselamatan dan kenyamanan berkendara. Luangkan waktu beberapa menit setiap bulan untuk mengeceknya, gunakan alat ukur yang tepat, dan selalu ikuti rekomendasi dari pabrikan kendaraan. Dengan tekanan ban yang ideal, Anda bisa mengemudi dengan lebih tenang, aman, dan efisien.