Merawat mobil lebih dari sekadar mengisi bensin dan mencucinya. Banyak pemilik baru kerap melakukan hal-hal sepele yang sebenarnya bisa merusak kendaraan dalam jangka panjang. Artikel ini membahas kesalahan merawat mobil yang paling umum dilakukan pemula, beserta tips praktis agar mobil tetap awet dan performanya optimal.
1. Mengabaikan Jadwal Servis Rutin
Salah satu kesalahan merawat mobil yang paling sering dilakukan pemula adalah mengabaikan jadwal servis. Banyak pemilik mobil berpikir, “Mobil masih baru, nggak perlu servis rutin.” Padahal, setiap mobil memiliki interval servis yang direkomendasikan pabrikan, baik itu bulanan, setiap 5.000–10.000 km, atau tahunan untuk komponen tertentu.
Servis rutin tidak hanya mengganti oli, tapi juga memeriksa kondisi rem, suspensi, filter udara, dan komponen vital lainnya. Mengabaikan servis bisa membuat kerusakan kecil berkembang menjadi masalah besar, bahkan sampai mesin rusak atau rem blong.
Tips:
-
Gunakan kalender atau aplikasi di ponsel untuk mengingatkan jadwal servis.
-
Selalu catat komponen yang diganti atau diperiksa, sehingga mudah memantau kondisi mobil.
2. Jarang Mengganti Oli Mesin
Oli mesin adalah “darah” mobil. Banyak pemula menunda penggantian oli karena merasa mesin masih halus dan normal. Padahal, oli lama akan kehilangan viskositasnya, menurunkan kemampuan melumasi mesin, dan membuat komponen cepat aus.
Jenis oli juga penting. Mobil modern sering membutuhkan oli sintetik dengan spesifikasi tertentu. Menggunakan oli yang tidak sesuai bisa menurunkan performa dan umur mesin.
Tips:
-
Ganti oli sesuai interval yang dianjurkan pabrikan, biasanya setiap 5.000–10.000 km.
-
Periksa warna oli secara rutin; oli hitam pekat menandakan sudah waktunya ganti.
-
Jangan lupa mengganti filter oli saat mengganti oli mesin.
3. Salah Memilih Bahan Bakar
Pemula kerap melakukan kesalahan merawat mobil dengan mengisi bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi. Contohnya, mobil yang membutuhkan Pertamax malah diisi Premium. Hal ini bisa menurunkan performa, membuat mesin tersendat, dan bahkan merusak sistem injeksi.
Selain itu, kualitas bahan bakar di SPBU juga berpengaruh. Bahan bakar yang tercemar air atau kotoran dapat memicu masalah mesin dan kerak di injektor.
Tips:
-
Selalu cek buku manual untuk jenis bahan bakar yang direkomendasikan.
-
Pilih SPBU terpercaya dan hindari membeli bensin eceran dari penjual yang tidak jelas kualitasnya.
-
Jangan tergoda harga murah jika kualitas bahan bakar meragukan.
Baca Juga: Tips Merawat Kendaraan Agar Tetap Prima Meski Dipakai Setiap Hari
4. Mengabaikan Kondisi Ban
Ban adalah satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan jalan, sehingga sangat penting diperhatikan. Kesalahan umum pemula adalah tidak memeriksa tekanan ban dan kondisi tapak secara rutin. Ban kempes, aus tidak merata, atau balon bisa berakibat fatal, terutama saat jalan licin atau basah.
Selain itu, jarang melakukan rotasi ban juga termasuk kesalahan merawat mobil yang bisa membuat ban cepat tipis di bagian tertentu, memengaruhi kenyamanan dan kestabilan kendaraan.
Tips:
-
Periksa tekanan ban minimal sebulan sekali. Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan.
-
Lakukan rotasi ban setiap 10.000 km atau sesuai panduan manual.
-
Jangan lupa memeriksa kondisi ban cadangan dan periksa apakah ban dalam masih layak pakai.
5. Salah Cara Mencuci Mobil
Mencuci mobil memang penting untuk menjaga tampilan dan mencegah karat, tapi banyak pemula melakukan kesalahan. Misalnya, menggunakan sabun deterjen rumah tangga, menggosok bodi dengan kain kasar, atau mencuci di bawah terik matahari langsung. Semua hal ini bisa merusak cat dan membuat mobil cepat kusam.
Selain itu, beberapa pemula terlalu fokus mencuci bodi tapi mengabaikan bagian bawah mobil, kolong, dan bagian mesin. Kotoran yang menumpuk di kolong bisa menyebabkan karat dan merusak suspensi.
Tips:
-
Gunakan sabun khusus mobil dan kain mikrofiber lembut.
-
Cuci mobil dari atas ke bawah dan bilas hingga bersih.
-
Bersihkan kolong dan bagian bawah mobil minimal sekali sebulan untuk mencegah karat.
6. Mengabaikan Kondisi Rem
Rem adalah komponen keselamatan utama. Pemula sering menunda pengecekan rem karena terlihat normal. Padahal, kampas rem yang menipis atau cakram yang aus bisa membahayakan. Suara mendengung saat mengerem, getaran, atau jarak pengereman yang lebih jauh adalah tanda rem perlu diperiksa.
Tips:
-
Periksa kampas rem setiap servis rutin.
-
Ganti kampas rem sebelum habis total untuk menghindari kerusakan cakram.
-
Pastikan minyak rem selalu di level yang sesuai dan jangan menunggu sampai habis.
7. Tidak Memeriksa Aki dan Sistem Listrik
Aki adalah sumber energi utama mobil. Banyak pemula mengabaikan kondisi aki hingga mobil sulit start atau bahkan mati tiba-tiba. Terminal aki yang kotor atau longgar dapat memengaruhi kelistrikan, termasuk lampu, audio, dan wiper.
Selain itu, mobil modern banyak mengandalkan sistem elektronik canggih. Sensor, ECU, dan lampu indikator perlu selalu dicek agar tidak ada masalah yang terlewat.
Tips:
-
Periksa terminal aki dari karat dan bersihkan secara rutin.
-
Pastikan semua lampu, wiper, dan sistem kelistrikan berfungsi normal.
-
Cek tegangan aki minimal setiap enam bulan, terutama sebelum musim hujan atau musim panas ekstrem.
8. Mengabaikan Sinyal Performa Mesin
Pemula sering mengabaikan tanda-tanda mesin bermasalah, seperti suara kasar, getaran aneh, asap berwarna aneh dari knalpot, atau lampu indikator menyala. Masalah kecil yang diabaikan bisa berkembang menjadi kerusakan besar, termasuk overheat atau kerusakan mesin yang mahal.
Tips:
-
Segera bawa mobil ke bengkel jika muncul tanda abnormal.
-
Catat kapan masalah muncul, apakah setelah start, akselerasi, atau saat idle.
-
Jangan menunda perbaikan karena biaya kecil di awal bisa mencegah kerusakan besar.