Simak Penyebab Setir Mobil Bergetar Saat Kecepatan Tinggi dan Solusi yang Bisa Dicoba

Simak Penyebab Setir Mobil Bergetar Saat Kecepatan Tinggi dan Solusi yang Bisa Dicoba

Pernahkah Anda sedang asyik memacu kendaraan di jalan tol, lalu tiba-tiba merasakan sensasi aneh di telapak tangan? Setir mobil yang tadinya tenang mendadak bergetar hebat saat jarum speedometer menyentuh angka 80 km/jam atau lebih. Rasanya tentu tidak nyaman, bahkan bisa bikin nyali menciut karena khawatir ada komponen yang copot di tengah jalan.

Masalah Setir Mobil Bergetar ini sebenarnya adalah “kode” dari mobil Anda bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada sistem penggerak atau kaki-kaki. Jangan diabaikan, karena membiarkannya sama saja dengan menumpuk risiko kecelakaan atau kerusakan komponen lain yang lebih mahal harganya. Yuk, kita bedah satu per satu apa saja biang keroknya dan bagaimana cara menjinakkan getaran tersebut.


Ban Mobil yang Tidak Seimbang (Off-Balance)

Penyebab paling umum dan sering terjadi adalah kondisi ban yang tidak seimbang. Ban dan pelek mobil kita itu tidak memiliki distribusi bobot yang sempurna secara alami. Ada titik-titik tertentu yang mungkin lebih berat beberapa gram saja, tapi efeknya luar biasa saat berputar ribuan kali per menit di kecepatan tinggi.

Gejala Ban Tidak Center

Biasanya, getaran akibat ban tidak seimbang baru akan terasa saat Anda berada di kecepatan tertentu, misalnya antara 80 km/jam hingga 110 km/jam. Jika Anda melaju lebih pelan atau justru jauh lebih cepat, getarannya bisa saja hilang atau tersamarkan. Namun, getaran ini sangat khas karena terasa konstan dan ritmis.

Baca Juga:
9 Tips Merawat Suspensi Mobil agar Tetap Nyaman

Cara Mengatasinya

Solusi utamanya adalah melakukan Balancing. Teknisi akan memasang alat khusus untuk mendeteksi titik berat ban dan menempelkan timah pemberat (balance weight) pada pelek agar putaran ban menjadi stabil kembali. Sangat disarankan untuk melakukan balancing setiap 10.000 km atau saat Anda merasa ada getaran yang tidak wajar.


Keausan Ban yang Tidak Merata

Jangan hanya melihat ketebalan kembang ban secara sekilas. Coba raba permukaan ban Anda. Apakah terasa bergelombang atau ada bagian yang lebih tipis di satu sisi saja? Kondisi ini sering disebut dengan istilah cupping atau ban termakan sebelah.

Mengapa Ban Bisa Aus Tidak Rata?

Hal ini biasanya disebabkan oleh tekanan angin yang sering kurang (under-inflation) atau justru terlalu tinggi. Selain itu, kebiasaan melakukan pengereman mendadak juga bisa membuat permukaan ban “terkikis” secara ekstrem di satu titik. Ketika permukaan ban tidak rata, kontak ban dengan aspal tidak akan sempurna, sehingga menimbulkan getaran yang merambat hingga ke kolom setir.

Solusi Rotasi dan Penggantian

Jika keausan belum terlalu parah, Anda bisa mencoba melakukan rotasi ban (tukar posisi ban depan ke belakang). Namun, jika kawat ban sudah mulai terlihat atau gundulnya sudah keterlaluan, tidak ada jalan lain selain merogoh kocek untuk membeli ban baru. Jangan lupa untuk selalu menjaga tekanan angin sesuai standar pabrikan yang tertera di pilar pintu mobil Anda.


Masalah pada Velg (Pelek)

Kadang kita menyalahkan ban, padahal masalahnya ada pada “rumahnya”, yaitu pelek. Pelek yang peyang atau retak adalah musuh utama kestabilan setir. Hal ini sering terjadi jika mobil Anda sering menghantam lubang dengan kecepatan tinggi (tradisi khas jalanan kita, bukan?).

Cara Mendeteksi Pelek Peyang

Pelek yang bermasalah biasanya sulit dideteksi hanya dengan mata telanjang saat mobil diam. Namun, jika saat proses balancing teknisi mengatakan bahwa angka “unbalance” tetap tinggi meskipun sudah diberi timah, kemungkinan besar pelek Anda sudah tidak bulat sempurna lagi.

Perbaikan atau Ganti Baru?

Pelek yang hanya sedikit peyang masih bisa diperbaiki di bengkel spesialis pres pelek. Mereka akan memanaskan dan membentuk kembali pelek tersebut. Tapi ingat, pelek yang pernah diperbaiki kekuatannya tidak akan sama lagi dengan pelek orisinal. Jika ada retakan, sangat disarankan untuk langsung menggantinya demi keselamatan jiwa.


Masalah pada Sistem Pengereman (Disc Brake)

Jika setir Anda hanya bergetar saat Anda menginjak pedal rem di kecepatan tinggi, maka tersangka utamanya bukanlah ban, melainkan piringan cakram (disc brake) yang sudah tidak rata atau bergelombang.

Kenapa Piringan Rem Bisa Melengkung?

Penyebab paling sering adalah perubahan suhu yang drastis. Bayangkan Anda baru saja menempuh perjalanan jauh yang sering mengerem, lalu tiba-tiba melewati genangan air atau langsung mencuci mobil saat piringan masih panas. Perubahan suhu yang mendadak ini bisa membuat logam piringan melengkung (warped).

Bubut atau Ganti?

Solusinya adalah dengan melakukan pembubutan piringan rem (selama ketebalannya masih mencukupi batas aman). Proses bubut ini bertujuan untuk meratakan kembali permukaan piringan agar kampas rem bisa menjepit dengan sempurna tanpa menimbulkan getaran. Jika sudah terlalu tipis, menggantinya dengan piringan baru adalah pilihan bijak.


Komponen Kaki-Kaki yang Mulai “Lelah”

Mobil memiliki sistem suspensi dan kemudi yang kompleks, terdiri dari berbagai sendi dan bantalan karet. Jika komponen ini aus, maka muncul celah (play) yang menyebabkan getaran liar saat kecepatan tinggi.

Tie Rod dan Rack Steer

Tie rod adalah penghubung antara sistem kemudi dengan roda. Jika tie rod sudah oblak atau longgar, setir tidak hanya bergetar, tapi juga terasa tidak presisi atau goyang. Begitu juga dengan rack steer yang berfungsi mengatur arah roda; jika sudah rusak, getaran akan sangat terasa langsung ke tangan Anda.

Ball Joint dan Bushing

Komponen kecil seperti ball joint dan bushing arm berfungsi meredam guncangan dan memungkinkan pergerakan roda yang fleksibel. Jika karet bushing pecah atau ball joint sudah kering pelumasnya, maka peredaman getaran akan hilang sama sekali. Anda akan merasakan mobil seolah “melayang” atau tidak stabil saat dipacu kencang.


Pentingnya Melakukan Spooring secara Rutin

Seringkali kita hanya fokus pada balancing, padahal Spooring (Wheel Alignment) sama pentingnya. Spooring adalah proses untuk menyelaraskan kembali sudut-sudut roda (Caster, Camber, dan Toe) agar sesuai dengan spesifikasi pabrik.

Dampak Sudut Roda yang Berantakan

Jika sudut roda tidak selaras, ban tidak akan menapak lurus ke depan. Roda seolah-olah “berkelahi” satu sama lain untuk mencari arah, yang akhirnya menimbulkan getaran pada kecepatan tinggi dan membuat ban cepat habis secara tidak wajar.

Kapan Harus Spooring?

Lakukan spooring jika Anda merasa setir mobil cenderung narik ke kiri atau ke kanan saat di jalan lurus, atau jika posisi setir tidak lurus (miring) saat mobil berjalan lurus. Setidaknya lakukan pengecekan setiap 6 bulan sekali agar komponen kaki-kaki tetap awet.


Kerusakan pada Drive Shaft (As Roda)

Untuk mobil penggerak roda depan (FWD), as roda atau drive shaft memainkan peran krusial. Di ujung as roda terdapat komponen bernama Constant Velocity (CV) Joint. Jika pelindung debu (boot) CV Joint robek, pelumas di dalamnya akan keluar dan kotoran masuk.

Getaran Akibat CV Joint Rusak

Kerusakan pada CV Joint bagian dalam (inner) seringkali menimbulkan getaran hebat yang terasa di seluruh bodi mobil dan setir, terutama saat Anda sedang berakselerasi di kecepatan tinggi. Getarannya terasa seperti mobil bergoyang dari sisi ke sisi.

Solusi Perbaikan

Segera ganti boot CV Joint jika terlihat ada rembesan oli/gemuk di area roda. Jika sudah terlanjur muncul suara “tek-tek-tek” saat berbelok atau getaran hebat, maka Anda harus mengganti unit CV Joint tersebut secara keseluruhan.


Engine Mount yang Sudah Lemah

Meskipun letaknya di mesin, komponen ini bisa memengaruhi getaran di setir. Engine mount adalah dudukan mesin yang terbuat dari karet dan besi, berfungsi meredam getaran mesin agar tidak merambat ke kabin.

Hubungan Mesin dan Setir

Saat Anda melaju di kecepatan tinggi, mesin bekerja lebih keras dengan putaran RPM yang tinggi. Jika karet engine mount sudah pecah atau mengeras, getaran mesin yang sangat kuat ini akan merambat melalui sasis hingga ke kolom setir. Biasanya getaran ini tetap terasa meskipun jalanan sangat mulus.

Cara Mengeceknya

Coba perhatikan saat mobil dalam kondisi diam (idle) dan nyalakan AC. Jika getaran di setir terasa sangat kuat bahkan saat diam, hampir bisa dipastikan engine mount Anda sudah minta jajan. Menggantinya akan membuat kabin kembali senyap dan setir terasa lebih solid.


Tips Tambahan untuk Menghindari Setir Bergetar

Mencegah tentu lebih baik daripada memperbaiki. Ada beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari drama setir goyang di jalan tol:

  1. Hindari Lubang: Sebisa mungkin jangan menghantam lubang dalam kecepatan tinggi. Jika tidak bisa menghindar, kurangi kecepatan secara halus sebelum melintasi lubang tersebut.

  2. Bersihkan Velg: Kadang lumpur yang mengeras di bagian dalam pelek bisa menambah beban yang tidak seimbang (seperti timah balancing alami yang salah tempat). Pastikan area pelek bersih saat mencuci mobil.

  3. Cek Mur Roda: Pastikan semua baut atau mur roda terpasang dengan kencang. Mur yang kendur bukan cuma bikin bergetar, tapi bisa bikin roda lepas!

  4. Gunakan Ban Berkualitas: Ban adalah satu-satunya bagian mobil yang menyentuh tanah. Jangan kompromi dengan menggunakan ban vulkanisir atau ban yang sudah kedaluwarsa (lebih dari 5 tahun).

Memahami kondisi kendaraan adalah kunci utama keselamatan. Jika Setir Mobil Bergetar, segera bawa ke bengkel kepercayaan Anda untuk dilakukan diagnosa mendalam. Berkendara dengan mobil yang prima bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal tanggung jawab menjaga nyawa Anda dan pengguna jalan lainnya.